The Carpenter’s Son Dilarang Tayang di Filipina, Sutradara Buka Suara

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Jakarta, akulahkira Indonesia

Film horor bertema Alkitab,
The Carpenter’s Son
, dilarang diputar di Filipina. Film terbaru Nicolas Cage itu mendapatkan rating X dari Badan Peninjau dan Klasifikasi Film dan Televisi (MTRCB).
Di Filipina, rating X dari MTRCB berarti film tersebut tidak untuk ditayangkan kepada umum atau pada dasarnya dilarang atau tidak layak dirilis di bioskop atau televisi karena konten sangat eksplisit, kekerasan ekstrem, atau materi lain yang tidak pantas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MTRCB, seperti diberitakan
Rappler
pada November 2025, menyatakan film tersebut pada akhirnya dilarang diputar di setelah melalui dua kali peninjauan pemutaran terpisah.
Dewan tersebut mengutip pelanggaran terhadap peraturan dan ketentuan pelaksanaan Keputusan Presiden No. 1986 tahun 2004, Pasal 201 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang Direvisi, dan Keputusan Presiden No. 960.
Pasang-pasal tersebut berkaitan dengan melarang konten yang dianggap sangat menyinggung agama, moral publik, dan nilai-nilai budaya Filipina diputar di depan publik.
[Gambas:Video akulahkira]
The Carpenter’s Son berlatar di sebuah desa Mesir yang tenang, di mana seorang tukang kayu dan keluarganya yang masih muda mendapati diri mereka berada di tengah-tengah fenomena spiritual yang meresahkan.
Film itu terinspirasi Infancy Gospel of Thomas, teks Gnostik yang dianggap sesat dan menampilkan Yesus muda sebagai sosok yang pemberontak, jahat, atau tampaknya berada di bawah pengaruh setan.
Karakteristik tersebut bertentangan dengan doktrin inti Kristen. Pilihan kreatif seperti itu dinilai dapat dilihat sebagai sangat mengganggu atau menyinggung penonton yang religius.
Disutradarai Lotfy Nathan, film tersebut menceritakan masa kecil Yesus dengan cara yang “non-kanonik dan berorientasi horor.” MTRCB menilai ceritanya “menghujat atau sangat menyinggung,” khususnya bagi penduduk negara yang mayoritas beragama Kristen.
MTRCB juga mencatat film tersebut diduga menggunakan ikon dan citra suci dalam konteks kekerasan, seksual, atau merendahkan, dan menampilkan tokoh-tokoh suci dengan cara yang ditafsirkan sebagai penghinaan daripada artistik.
Unsur-unsur ini, katanya, memenuhi untuk memberikan rating X berdasarkan PD 960 dan Pasal 201.
Lanjut ke sebelah…
Distributor atau rumah produksi sempat merevisi film itu untuk ditinjau kembali, tapi komite yang berbeda tetap memberikan rating X untuk film yang juga dibintangi FKA Twigs tersebut.
MTRCB menekankan keputusan mereka “tidak membatasi kebebasan artistik,” tetap harus memenuhi mandat untuk memastikan materi untuk publik “tidak secara serius melanggar standar moralitas, kesopanan, atau penghormatan terhadap keyakinan agama.”
Respons sutradara
Nathan selaku sutradara mengatakan filmnya bukan untuk menyampaikan sesuatu secara tersembunyi.
Hal itu disampaikan karena film tersebut tidak pernah secara gamblang menyebut tiga pemeran utamanya sebagai, Yusuf, Maria, dan Yesus. Mereka disebut sebagai anak, ibu, dan tukang kayu.
[Gambas:Video akulahkira]
“Bukan bermaksud untuk menutupunya atau apa pun,” kata Nathan seperti diberitakan
TIME
pada 17 November.
“Saya rasa cukup jelas siapa orang-orang dalam film ini. Masuk akal bagi saya untuk mencoba menceritakan kisah asal-usul yang agak samar ini dalam lingkup yang lebih sempit dengan sedikit anonimitas, padahal Yesus mungkin hanya anak seorang tukang kayu.”
Meskipun mendapat kecaman, Nathan tidak menyesal membuat The Carpenter’s Son.
“Ada banyak pendekatan yang sangat steril dan konvensional terhadap Kekristenan dan film-film religius. Saya mencoba melakukan sesuatu yang sedikit berbeda, dan bagi saya itu menarik dan berharga,” kata Nathan.
Terlepas dari semuanya, Nathan percaya bahwa orang-orang yang benar-benar menonton film tersebut mungkin akan melihat hal-hal dengan sangat berbeda.
“Pada dasarnya, ada sekte-sekte Kekristenan yang tidak setuju dengan gagasan bahwa Yesus bisa saja manusia seperti yang digambarkan dalam film,” katanya.
“Tetapi itu (The Carpenter’s Son) tidak sejahat yang diasumsikan orang. Itu tidak sampai ke Infancy Gospel.”
Sutradara Respons The Carpenter’s Son Dilarang Tayang
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2

Baca lagi: Klasemen SEA Games Usai Thailand Menang: Indonesia Intip Peluang Lolos

Baca lagi: Enak dan Kaya Vitamin, Tapi Kelompok Ini Ternyata ‘Haram’ Makan Nanas

Baca lagi: Daftar 3 Tim Tersingkir dari Sepak Bola SEA Games 2025

Baca lagi: BMKG Pantau Bibit Siklon 93S: Waspadai Hujan Lebat-Gelombang Tinggi

Baca lagi: Cerita Vino G. Bastian Jadi Aktor Tak Bisa Akting di Lupa Daratan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: