Sutradara It Was Just an Accident Divonis 1 Tahun Penjara oleh Iran

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Jakarta, akulahkira Indonesia

Sutradara
It Was Just an Accident
, Jafar Panahi, dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan larangan bepergian secara
in absentia
oleh Pemerintah Iran dengan tudingan “kegiatan propaganda” terhadap negara tersebut.
Diberitakan
AFP
pada Senin (1/12), hal tersebut diungkap oleh pengacara sutradara pemenang Cannes Film Festival 2025 itu, Mostafa Nili.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nili menyebut hukuman tersebut mencakup larangan bepergian selama dua tahun dan larangan untuk Panahi bergabung dengan kelompok politik atau sosial apa pun. Nili memastikan mereka akan mengajukan banding.
Nili menyebut dakwaan terhadap Panahi adalah terlibat dalam “kegiatan propaganda” terhadap negara itu, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.
“Tuan Panahi saat ini berada di luar Iran,” kata Nili.
Sutradara 65 tahun itu memenangkan penghargaan utama Cannes Film Festival 2025, Palme d’Or, atas filmnya, It Was Just an Accident.
Film itu mengisahkan lima mantan narapidana Iran yang berunding apakah mereka akan melakukan balas dendam terhadap seseorang yang diyakini adalah mantan sipir yang kerap menyiksa mereka.
Panahi sendiri bulan lalu melakukan tur keliling Amerika Serikat, di antaranya datang ke Los Angeles, New York, dan Telluride untuk promosi filmnya itu jelang musim nominasi Oscar 2026.
Film itu sendiri dipinang oleh Prancis sebagai wakil negara tersebut ke Oscar 2026, dan menjadi kandidat kuat untuk masuk daftar pendek Best International Feature Film ajang prestise dunia perfilman itu.
Hukuman terhadap Panahi ini bukan yang pertama. Pada 2010, Panahi dilarang membuat film selama 20 tahun dan akhirnya meninggalkan Iran setelah mendukung protes anti-pemerintah serta membuat serangkaian film yang mengkritik kondisi Iran modern.
Panahi kala itu dianggap melakukan “propaganda melawan sistem” dan dijatuhi hukuman enam tahun penjara. Namun dirinya hanya menjalani dua bulan sampai akhirnya dibebaskan dengan jaminan.
Setahun setelah hukuman larangan membuat film selama 20 tahun, Panahi malah membuat film dokumenter bertajuk This is Not a Film dan mengirimnya ke Cannes dalam sebuah flash drive yang disembunyikan di dalam sebuah kue.
[Gambas:Video akulahkira]
Ia juga tetap membuat film bertajuk Taxi dan merilisnya pada 2015, dengan menampilkan dirinya sebagai sopir taksi dan seluruh pengambilan gambarnya dilakukan di dalam mobil.
Pada 2022, Panahi pernah ditangkap dengan protes yang dilakukan oleh sekelompok sineas, tetapi ia dibebaskan tujuh bulan kemudian.
(end)
[Gambas:Video akulahkira]

Baca lagi: Terowongan Sasaksaat: Warisan Kolonial yang Masih Aktif Beroperasi

Baca lagi: Honda Vario 125 Specifications, There is a Street Variant with Naked Handlebars

Baca lagi: Pelatih Malaysia U-23 Syok Usai Kehilangan 7 Pemain Inti di SEA Games

Baca lagi: Hong Kong Bentuk Komite Selidiki Penyebab Kebakaran Apartemen

Baca lagi: Study Reveals Frequently Eating Alone is Dangerous for Mental Health

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: