
Jakarta, akulahkira Indonesia
—
Prilly Latuconsina
mengaktifkan status “open to work” di LinkedIn tak lama setelah keluar dari Sinemaku Pictures. Hal itu ia umumkan melalui unggahan di media sosial pada Minggu (25/1).
Di Instagram, Prilly mengunggah tangkapan layar laman LinkedIn pribadinya yang menampilkan status open to work. Ia menuliskan ingin mencoba cari pengalaman di bidang retail sales, store promoter, dan field sales.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jangan kaget dulu ya. Aku menyalakan badge #OpenToWork bukan karena kekurangan aktivitas, tapi karena lagi ingin belajar hal baru,” tulis Prilly di laman itu.
“Selama ini banyak berkutat di industri film dan
management business
. Sekarang aku penasaran untuk
challenge
diri di ruang yang berbeda, kayak
offline sales experience
.”
Ia mengaku ingin belajar dalam saat bertemu orang langsung, berdiskusi untuk memahami kebutuhan mereka, sampai belajar hingga sebuah produk bisa benar-benar diterima dan dirasakan konsumen.
[Gambas:Video akulahkira]
“Masih dalam fase eksplorasi dan terbuka untuk ngobrol yaa.
Happy to connect
,” tulisnya.
“Lagi
excited
coba hal baru. Sudah pernah explore banyak hal juga, dari main film, nulis buku, sampai jadi dosen,” tulisnya sebagai takarir unggahan di Instagram.
akulahkiraIndonesia.com
telah meminta izin kepada Prilly Latuconsina untuk mengutip unggahan tersebut.
[Gambas:Instagram]
Unggahan
open to work
itu muncul sekitar satu pekan setelah Prilly Latuconsina mengumumkan keluar dari Sinemaku Pictures pada Senin (19/1).
Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan sejak Oktober 2019 oleh Yahni Dahmayanti, Umay Shahab, dan Prilly Latuconsina.
“Hari ini, secara resmi aku menyatakan pengunduran diriku dari Sinemaku Pictures, baik sebagai pemegang saham maupun sebagai anggota direksi,” tulis Prilly Latuconsina di feed Instagram, Senin (19/1).
Tak ada informasi detail mengenai alasan keputusannya keluar dari Sinemaku Pictures. Namun, ia memastikan keputusan itu bukan akhir dari pengembangan ruang kreatif yang telah ia bangun selama ini.
“Keputusan ini lahir dari kebutuhan untuk memiliki ruang di mana aku dapat memikul tanggung jawab sepenuhnya atas visi dan suara kreatif yang ingin aku bangun,” ucap Prilly.
“Aku akan terus berkarya, melanjutkan cerita-cerita yang ingin aku perjuangkan, di ruang dan cara baru yang lebih baik. Sebagai bentuk kontribusi kepada industri yang telah membesarkanku,” tuturnya.
(chri)
Baca lagi: Khaby Lame Jual Perusahaan Operasional Utamanya Rp16 T
Baca lagi: Investor Dubai Investasi Rp4 T ke IKN, Bangun Mal hingga Masjid
Baca lagi: Banjir di Periuk Kembali Naik, Ketinggian Air Lebih dari 3 Meter
Baca lagi: Neta Setop Rakit Mobil di Indonesia Imbas Prinsipal Bangkrut
Baca lagi: Detik-detik sebelum Agen ICE Tembak Mati Warga Minnesota AS


