Kak Seto Buka Suara soal Tuduhan Abaikan Aduan Aurelie Moeremans

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Jakarta, akulahkira Indonesia

Seto Mulyadi
atau yang dikenal sebagai
Kak Seto
buka suara setelah namanya jadi perbincangan publik belakangan ini. Namanya mencuat setelah Aurelie Moeremans merilis digital buku Broken Strings.
Dalam buku yang menceritakan kisah
grooming
dan kekerasan yang dialami Aurelie itu, muncul tudingan dirinya mengabaikan aduan yang pernah disampaikan sang artis pada 2010.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru,” kata Kak Seto di media sosialnya, seperti diberitakan
detikcom
, Kamis (15/1).
“Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya.”
Sebelum memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans viral di awal 2026, cerita masa lalu Aurelie sempat mencuat ke lembaga perlindungan anak lebih dari 10 tahun lalu.
[Gambas:Video akulahkira]
Berdasarkan sejumlah laporan yang kembali ramai dibahas publik, ayah Aurelie, Jean Marc Moeremans, pernah mengajukan laporan ke Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) yang kala itu dipimpin Seto Mulyadi.
Jean Marc Moeremans melaporkan seorang pria yang diduga terlibat dalam permasalahan seperti yang diangkat Aurelie dalam bukunya. Namun, laporan tersebut tidak berlanjut ke tindakan yang diharapkan.
Kecam child grooming
Dalam unggahan yang lain, Seto Mulyadi menyatakan praktik masa lalu menjadi bahan refleksi sekaligus proses pembelajaran berkelanjutan dalam memperkuat perlindungan anak di masa mendatang.
Ia pun memastikan dirinya mengecam segala bentuk grooming terhadap anak. Ia turut mengapresiasi keberanian orang-orang dalam menyuarakan pengalaman masa lalunya.
“Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming,” tulis Seto Mulyadi di Instagram Story, Rabu (14/1).
“Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk diminta pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa.”
“Kami menghormati keberanian siapa pun yang memilih untuk bersuara atas pengalaman masa lalunya, dan memandang suara tersebut sebagai pengingat penting agar sistem perlindungan anak terus diperbaiki, diperkuat, dan semakin berpihak pada kepentingan terbaik anak,” ia menegaskan.
akulahkira Indonesia telah meminta izin untuk mengutip unggahan tersebut.
(chri)

Baca lagi: BLACKPINK Akan Rilis Mini Album Deadline 27 Februari

Baca lagi: Herdman dan Ridho Wakili Timnas Indonesia di Drawing Piala AFF 2026

Baca lagi: Istana Respons Isu Susun RUU Penanggulangan Disinformasi & Propaganda

Baca lagi: Hasil India Open: Jonatan Christie Lolos ke Perempat Final

Baca lagi: Airlangga soal Defisit APBN Nyaris 3 Persen PDB: Jangan Khawatir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: