Alec Baldwin Digugat Distributor Properti Film Rust

Situs News Indoesia Alternatif Informasi Berita Viral Terbaru

Jakarta, akulahkira Indonesia

Drama film Rust ternyata belum usai. Kali ini,
Alec Baldwin
digugat oleh seorang pemilik perusahaan yang semula dikontrak guna memasok kebutuhan properti untuk film tersebut.
Pemilik perusahaan properti PDQ Arm & Prop tersebut bernama Seth Kenney. Kenney menuding Baldwin dan produser lain di film itu menjalankan strategi kampanye skala nasional agar mengalihkan kesalahan mereka kepadanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesalahan tersebut berkaitan dengan keberadaan peluru tajam yang kemudian meletus dari senjata yang digunakan Baldwin dalam film itu, dan menewaskan Halyna Hutchins pada 2021.
Dalam dokumen pengadilan, Kenney mengklaim Baldwin dan studio menggunakan “para tukang reparasi industri Hollywood yang kejam” dan media untuk menggambarkan dirinya “dalam citra yang salah dan ofensif.”
Diberitakan New York Post pada Sabtu (1/11), ia juga mengklaim mengalami “kerugian finansial yang sangat besar” dan tidak mendapatkan pekerjaan akibat “kampanye propaganda nasional” tersebut.
Bukan cuma itu, Kenney berdalih film Rust menyelesaikan produksi di salah satu properti sewaannya tanpa membayar dan membuat aset miliknya ditahan kepolisian.
Ia kemudian meminta pengadilan membiarkan juri menentukan besaran ganti rugi terhadap dirinya. Ia juga meminta uang tambahan bila juri memutuskan Baldwin dan pihak lainnya bertindak sembrono atau jahat.
Seth Kenney bekerja sebagai distributor properti utama untuk film Rust sejak 2021. Ia memasok peluru kosong dan peluru tiruan ke film tersebut.
New York Post
melaporkan, meski penyelidikan menemukan peluru tajam di PDQ Arm & Prop, jaksa penuntut mengklaim peluru tidak cocok dengan yang menembak Halyna Hutchins.
“Ini sangat menghancurkan,” ujar Kenney kepada
Variety
setelah mengajukan gugatan pada 30 Oktober 2025. “Ini bukan soal menyelamatkan muka. Tidak ada lagi yang bisa hilang. Semua ini sia-sia, dan sayalah kambing hitamnya.”
[Gambas:Video akulahkira]
Kenney mengklaim mengajukan gugatan setelah Baldwin menggugat pejabat New Mexico pada Januari 2025 atas tuduhan penuntutan yang jahat. Menurut Kenney, gugatan Baldwin itu menegaskan teori yang menyebut perusahaannya tidak sengaja memasukkan peluru tajam dalam paket properti ke film Rust.
“Mengapa dia mencoba menggambarkan saya sebagai penjahat?” kata Kenney “Saya harus menyampaikan pendapat saya. Saya memiliki kesempatan untuk mengatakan, ‘Inilah yang terjadi sebenarnya’.”
(end)

Baca lagi: Pandji Pragiwaksono Minta Maaf ke Masyarakat Toraja

Baca lagi: Xi Jinping teases South Korean President Lee Jae Myung about spy cellphones

Baca lagi: Toho Announces New Kaiju Project, Godzilla Minus Zero

Baca lagi: If you want to join China, Komdigi studies influencers who must have certification

Baca lagi: Pengacara Respons Rumor Orang Ketiga di Perceraian Raisa dan Hamish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: