
Jakarta, akulahkira Indonesia
—
Bioskop akan diramaikan banyak
film
Indonesia
tahun ini, mulai dari animasi bertema nasionalis hingga ekspansi jagat sinema horor akan tayang di layar lebar sepanjang 2026.
Tak hanya mengandalkan visual, jajaran sutradara papan atas, seperti Hanung Bramantyo, Joko Anwar, hingga Kamila Andini siap memamerkan karya pengarahan terbaru mereka tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pula garapan terbaru dari Bene Dion yang kembali ke belakang kamera setelah Ngeri Ngeri Sedap (2022) dan Ganjil Genap (2023).
Meski sebagian besar film-film tersebut belum mengumumkan detail jadwal tayang, mereka sudah dipastikan rilis di bioskop tahun ini.
Berikut 9 rekomendasi dan sinopsis film Indonesia tayang di bioskop 2026.
[Gambas:Video akulahkira]
Children of Heaven
Children of Heaven merupakan hasil adaptasi film klasik Iran karya Majid Majidi. Film itu berpusat pada dua saudara, Ali (Jared Ali) dan Zahra (Humaira Jahra) yang hidup dalam kemiskinan.
Mereka selalu berjuang menjalani keseharian mereka di pinggiran Semarang. Hingga pada suatu hari, ibu mereka meminta Ali memperbaiki sepatu Zahra yang rusak ke tukang sol.
Namun, sepatu yang ia simpan di pinggir jalan tiba-tiba hilang dibawa pemulung. Tak ingin membuat ibunya kecewa, mereka bergantian memakai satu pasang sepatu.
Film ini disutradarai Hanung Bramantyo dan diproduseri Manoj Punjabi dibawah MD Pictures. Naskah adaptasi film ini ditulis Oka Aurora dan Hanan Novianti.
[Gambas:Youtube]
Badut Gendong
Badut Gendong akan menjadi hasil ekspansi Jagat Sinema Qodrat. Spin-off Qodrat ini disutradarai oleh Charles Gozali. Film tersebut mengambil sudut pandang yang berlawanan dari Ustaz Qodrat, yaitu sudut pandang antagonis.
Film horor itu mengikuti kisah dua seniman jalanan yang mengalami tragedi kejam yang kemudian membangkitkan kekuatan jahat yang berakar pada ritual, cerita rakyat, dan dendam.
Ghost in the Cell
Film horor komedi ini merupakan proyek terbaru Come and See Pictures yang digarap oleh Joko Anwar dan Tina Hasibuan. Film tersebut telah melalui proses riset intensif selama enam tahun, sejak 2018-2024.
Ghost in the Cell menceritakan empat narapidana yang menghadapi kejadian mistis di Lapas Labuan Angsana. Dalam situasi seram, mereka terpaksa bekerja sama mengungkap kebenaran di balik fenomena gaib yang menghantui sel mereka.
[Gambas:Youtube]
Na Willa
Na Willa merupakan adaptasi novel bertajuk sama karya Reda Gaudiamo. Film itu akan menjadi proyek terbaru kreator Jumbo, Ryan Adriandhy, sebagai sutradara dan penulis naskah untuk film tersebut.
Film tersebut berlatar di Surabaya pada dekade ’60-70an dan mengisahkan kehidupan sehari-hari seorang gadis kecil bernama Na Willa yang penuh warna, keluarga, rasa ingin tahu, dan keajaiban.
Film ini dijadwalkan tayang Lebaran 2026.
[Gambas:Youtube]
Lanjut ke sebelah…
Laut Bercerita
Laut Bercerita merupakan adaptasi dari novel bertajuk sama karya Leila Chudori. Film itu digarap Yosep Anggi Noen dan akan diperankan Reza Rahadian sebagai karakter Laut.
Laut Bercerita mengisahkan Biru Laut (Reza Rahadian) yang merupakan mahasiswa dekade ’90-an yang kemudian masuk dalam gerakan yang dianggap menentang rezim pemerintah saat itu. Ia sempat buron gegara kegiatan tersebut hingga masuk penjara.
[Gambas:Instagram]
Empat Musim Pertiwi
Empat Musim Pertiwi digarap Kamila Andini dan diproduseri Ifa Isfanyah. Film ini mengisahkan Pertiwi (Putri Marino), perempuan yang kembali ke desanya setelah bebas dari penjara selama lebih dari satu dekade karena membunuh pria yang memerkosanya.
[Gambas:Instagram]
Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
Luna Maya dan Reza Rahadian akan beradu akting dalam film Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Film tersebut merupakan salah satu hasil adaptasi ikon horor Indonesia, Suzanna.
Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa mengikuti seorang perempuan yang terkena kutukan dari seorang pemimpin desa yang kejam dan terdorong untuk menguasai ilmu hitam demi menuntut balas.
Namun, jalannya menjadi rumit ketika ia menemukan cinta yang tak terduga yang memaksanya untuk memilih antara balas dendam atau penebusan.
[Gambas:Youtube]
Garuda di Dadaku
Film animasi Garuda di Dadaku merupakan pengembangan universe film Garuda di Dadaku yang tayang 2009. Film ini mengisahkan putra yang mengidap asma di umur 13 tahun dan memiliki mimpi menjadi pemain timnas sepak bola Indonesia.
Setelah mengalami ejekan dan kejadian tragis, ia mendapat kesempatan ajaib melalui jersey berkekuatan supranatural. Namun, pada akhirnya Putra harus belajar bahwa kesuksesan sejati hanya bisa diraih lewat usaha dan kemampuan sendiri.
[Gambas:Youtube]
Pulang Kampung
Bene Dion menyiapkan proyek baru setelah membintangi dan ikut produksi Agak Laen 2. Bene Dion akan berperan sebagai penulis dan sutradara dalam film musikal Batak bertajuk Pulang Kampung.
Bene sebelumnya pernah menjadi sutradara dan penulis dalam film Ghost Writer (2019) yang menjadi debut penyutradaraannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bene juga menulis dan mengarahkan film Ngeri-Ngeri Sedap (2022) dan Ganjil Genap (2023), termasuk serial Cek Toko Sebelah the Series: Ada Lawan Baru (2022).
9 Rekomendasi Film Indonesia Tayang di Bioskop 2026
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Transmart Full Day Sale, Bed Cover sampai Karpet Diskon 50% + 10%
Baca lagi: Daftar Pemimpin Negara Ditangkap AS, Maduro hingga Saddam Hussein
Baca lagi: Hasil Super League: Bali United Sikat Arema FC 1-0
Baca lagi: An error occurred: ‘NoneType’ object has no attribute ‘group’



